Tools penilaian risiko k3

Antara Tujuan, Metode , Tools

Tools penilaian risiko k3. Serial manajemen risko k3.

Dalam keseharian, sebagai bagian dari proses manajemen risiko k3, banyak kerancuan dalam menyelidiki dan memecahkan masakah k3 di tempat kerja. Kita bisa mengkritisi tiga hal sebagai berikut:

  • Tujuan mengatasi permasalahan k3
  • Metode mengatasi permasalahan k3
  • Tools mengatasi permasalahan k3

Berikut adakah beberapa ilustrasi.

Ilustrasi pertama.

Seorang dokter menangani permasalahan penyakit pasien, Mereka memulai dengan menetapkan masalah pada pasien yang mereka sebut diagnosa sementara penyakit. Mereka memulai dengan wawancara pendek yang di pandu oleh konsep ke ilmuan yang ada di memori. Dilanjutkan dengan pemeriksaan tertentu dengan menggunakan peralatan (tools) yang sesuai temuan awal tadi.Setelah semua data yg diperlukan lengkap, mereka tetapkan permasalah pasien dengan diagnosa pasti. Dan kemudian diberikan tindakan pengobatan (kontrol).

Ilustrasi diatas terlihat urutan cara berfikir yang sistematis, mana yang langkah pertama, kedua, ketiga, dst, Juga terlihat kesinambungan dari langkah atau tahap pertama, kedua dst.

Kita bisa membayangkan bagaimana jadinya hasil kerja dokter bila dia menerima pasien, lalu tanpa ada gambaran awak lalu serta merta pasien mereka periksa di bagian mata, telinga, dada dan bagian lainnya dengan peralatan (tools) yang dimiliki. Hasilnya dapat dipastikan tidak akan tepat sasaran sebab tidak sejalan keluhan pasien dengan pemeriksaan, apalagi pengobatan yang diberikan.

Ilustrasi kedua.

Suatu ketika datang mahasiswa pasca sarjana kepada saya untuk bimbingan thesis. Dia datang dengan gembira dan mengatakan: “Pak, saya menemukan tools baru dan bagus dari internet. Saya yakin belum ada yang menggunakannya di Indonesia. Kira-kira apa saran bapak tema yang akan saya ambil”. Saya jawab santai: “Sesuka anda”. Dia tentu tidak puas dengan jawaban tersebut.Tiga kali menghadap dan bertanya selalu saya jawab “Sesuka anda”. 

Rupanya dia kewalahan dan akhirnya mengatakan: “Mungkin saya keliru pak, mohon petunjuk dan saya akan menyimak dari nol”. Akhirnya saya bercerita seperti ini: “Anda datang ke saya dan mengatakan ‘pak, saya baru beli mobil BMW paling mutakhir saat ini. Lalu anda tanyakan pada saya sebaiknya pakai mobil tersebut kemana”. Maka akan saya jawab: “Loh sesuka anda. anda yang beli tentu ada tujuannya.

Lain halnya bila anda katakan ‘pak di surabaya ibu saya sakit kritis, saya harus segera kesana, saya minta saran ke bapak caranya yang tercepat kesana”. Dengan mudah saya bisa kasih saran sebab tujuannya sangat jelas, dan ada beberapa cara mencapai tujuan tersebut, sepertui menggunakan pesawat Garuda, Batik Air, dan lain.

Kesimpulan ilustrasi tersebut adalah, tetapkanlah terlebih dulu tujuan dengan jelas, dan tools menyusul kemudian menyesuaikan keadaan.

Tools penilaian risiko k3

tools penilaian risiko k3

Didalam praktek penilaian risiko k3 sering ditemukan kekeliruan seperti ilustrasi diatas. Penggunaan tools seringkali dengan tidak memahami terlebih dahulu permasalahan yang dihadapi. Sering tidak disadari bahwa setiap tools yang dirancang oleh pembuatnya memiliki tujuan tertentu.

Saat ini banyak tools penilaian risiko yang dapat diperokeh di dunia maya, kalau kurang hati hati bisa akan menyebabkan pernasalahan yang sesungguhnya di tempat kerja dalam pengendalian risiko k3 tidak tepat sasaran.

Model Kecelakaan

Berkaitan dengan lineritas, ke segarislurusan antara tujuan dengan tools yang digukan, hal lain yang perlu di cermati adalah memilih accident model yang sesuai dengan permalahan yang kita harapi di tempat kerja. Seperti kita ketahuan banyak sekali accident model .

Setiap model memiliki kekhususan masing masing. Kekeliruan yang bisa dan mungkin sering terjadi adalah: ditemukan permasalah di tempat kerja adalah disain yang buruk dalam keteknikan peralatan atau mesin, lalu model yang dijadikan pegangan adalah model yang berkaitan dengan model manajemen sistem. Contoh lain, permasalah ventilasi tentu tidak akan tepat bila menggunakan teori swiss cheese semata. tentu perlu di kombinasi dengan model / teori lainnya,

Keselarasan yang lain, yaitu dengan kontrol yang diberikan. Kita bahas di postingan lain

Mudah-mudah bermanfaat walaupun singkat sekali.

 

Links

manajemen risiko k3

Pemahaman Singkat Manajemen Risiko

Penilaian Risiko K3. Pemahaman praktis